Cerita dewasa sex cerita gay. ДЛЯ ПОДТВЕРЖДЕНИЯ, ЧТО ВЫ СТАРШЕ 18-ТИ, ПОЖАЛУЙСТА, АВТОРИЗИРУЙТЕСЬ ЧЕРЕЗ ВК.



Cerita dewasa sex cerita gay

Cerita dewasa sex cerita gay

Taxi ga ada lewat lagi. Bus pula ga ada. Aku nekat pulang kampung semalam itu hanya untuk mencoba keberuntunganku. Padahal perjalananku lumayan jauh sekitar km lebih. Aku berharap akan menjumpai supir truk yang mau aku oral..

Bermodal nekat, aku berdiri di pinggir jalan sambil sesekali mencoba menghentikan laju truk-truk yang kebanyakan memuat material tanah. Sengaja memang aku mengincar truk karena mereka banyak berkeliaran di malam hari seperti ini.

Beberapa kali truk berhenti, namun tidak seraha dengan tujuanku. Berkali-kali juga aku dicuekin. Setengah jam lewat dikit…. Sebuah truk yang berjalan santai berhenti saat aku melambaikan tangan memanggilnya berhenti. Bedebar dadaku karena ini truk yang ke empat berhenti di depanku. Dia menyebutkan sebuah daerah dan ternyata melewati kotaku. Dia ga cakep tapi enak di lihat. Gagah dan jantan sekali.

Tinggi besar dan berkulit agak gelap. Ehm, aku suka cowok seperti ini. Dan agak berbau kecut sih. Kayaknya ada yang ga mandi nih.. Semenit dua menit dan banyak menit, kami mulai ngobrol. Katanya sih dia lagi bawa semen makanya truk berjalan santai. Terkadang sih cepet juga tapi bobot semen sangat besar jadi lumayan lah membuat truk itu ngos-ngosan. Sesekali aku perhatikan lelaki kekar itu, ehm, sangat menarik di mata homoku. Berkali-kali aku menelan ludah membayangkan betapa beruntunganya aku jika bisa mencicipi kemaluannya di mulutku..

Namun, aku belum berani macam-macam. Berdebar dadaku sambil memutar otak agar dapat merayunya. Orangnya ramah dan banyak omong sih menurutku. Katanya sih istrinya tiga. Belum lagi cewek-cewek di jalan yang dia lalui. Wihhh… doyan ngentot lonte juga ternyata.. Duh, aku jadi ngaceng nih..

Aku hanya memutar-mutar pertanyaan. Bingung, aku nanya sejengkal dianya malah ngomong panjang lebar dan sambil tertawa-tawa. Lumayan sih, aku jadi ga canggung bertanya nakal. Misalnya cewek warung favoritnya. Bahkan soal pecah perawan segala. Katanya sih dia udah ga kehitung cewek yang dia perawani. Gila, aku makin penasaran saja. Kulirik jam di hpku, jam 3 pagi. Ups, udara dingin bekas hujan menerpaku saat turun dari kabin.

Mataku yang masih mengantuk segera kupaksakan terbuka. Warung itu lumayan gede dan nampak cewek-cewek berpakaian ketat menyambut kami dengan senyuman.

Ada beberapa laki-laki di situ. Si Supir itu nampak mendekati seorang cewek muda dan mereka ketawa-ketawa. Aku jadi sadar mungkin warung ini salah satu warung favoritnya. Aku pesan mie instan dan teh hangat saat ditanya dengan genit oleh si pemilik warung.

Aku duduk dan kuperhatikan si cewek muda itu sedang duduk di pangkuan supir tadi. Ehm, betapa beruntungnya itu cewek, pikirku cemburu.. Puas pangku-pangkuan, kulihat cewek itu melayani dia dengan segelas kopi dan mie instan juga sambil cekikikan genit.

Aku maklum walau risih juga. Dari tempat dudukku, kulihat si supir masuk ke bagian belakang warung itu bersama si jablay muda diiringi sorak kecil jablay lainnya. Si supir sempat tersenyum nakal kepadaku dan aku membalas dengan acungan jempolku. Aku hanya kecewa pada diriku, sungguh beruntung cewek itu.

Saat menyeruput tetes-tetes akhir teh hangatku tiba-tiba si supir sudah di sampingku. Ga sampe 10 menit deh, kok cepat ya? Aku segera membayar makananku tadi. Dan buru-buru kembali ke truk yang parkir di depan warung. Aku masuk kabin dan si supir masih belum masuk. Dia nampak sedang menelpon seseorang dengan nada kesal.

Saat dia berada di belakang kemudi, dia menutup telpon dengan kesal. Masih terlihat kekesalan dan kekecewaan di wajahnya, dia menghisap rokoknya dalam-dalam. Tiba-tiba dia menghentikan truknya, lalu membuka pintu kabin. Dan, dia berdiri di situ. Gila dia kencing dalam posisi membelakangiku. Suara currr itu loh yang bikin aku blingsatan. Aku mau tahu, aku mau liat tapi gimana caranya. Terpaksa aku gigit jari.

Aku hanya menahan napas. Coba aku bisa liat punya dia tadi ya.. Apa ga salah denger aku?? Entah kekuatan darimana, tanganku mendarat di selangkangannya. Namun tidak menolak saat telapak tanganku mengusap perlahan selangkangannya.. Dia tidak bersuara namun tidak menolak gerak tanganku yang kemudian meremas-remas dengan lembut. Namun, perlahan laju truk dia perlambat dan akhirnya berhenti menepi di pingir jalan yang sepi.

Truk itu masih menyala mesinnya. Sementara tangan kananku itu masih meraba-raba selangkangannya. Aku tidak menjawab, aku malah menundukkan mukaku ke arah selangkangannya.

Dia masih mencoba menahan bahuku. Kujulurkan lidahku menjilat-jilat bagian luar tonjolan itu. Usahaku itu membuahkan hasil, dia pasrah. Dibiarkannya aku bermain-main dengan tonjolannya. Dia hanya mendesis-desis kecil. Aku bangkit dan mencoba membuka pengait celananya. Dan dia malah membukakannya bagiku. Homo mana yang menolak saat lidahku menyentuh celana dalamnya.

Bahkan lidahku bertemu gundukan itu.. Ini bau laki-laki sejati dan jantan. Giliran tanganku meremas ke dalam celananya, meremas gemas dari luar tonjolan di dalam celana dalam itu. Dimatikannya mesin truk itu. Namun lampu-lampu panelnya masih menyala. Kutarik turun celana panjangnya itu. Bahkan terlepas dari kedua kakinya. Kutarik tubuhnya hingga menghadap ke arahku. Aku makin bergairah saat meraba bulu kakinya yang lebat. Ku taro kaki kanannya di dashboard sementara kaki kirinya menekuk di tempat duduk.

Sungguh aku jadi gila. Kuremas selangkangannya dengan gemas. Dia bersandar di pintu kabin. Kuciumin dan kujilati gundukan celana dalam itu.

Video by theme:

AWAL AKU MENJADI GAY



Cerita dewasa sex cerita gay

Taxi ga ada lewat lagi. Bus pula ga ada. Aku nekat pulang kampung semalam itu hanya untuk mencoba keberuntunganku. Padahal perjalananku lumayan jauh sekitar km lebih. Aku berharap akan menjumpai supir truk yang mau aku oral.. Bermodal nekat, aku berdiri di pinggir jalan sambil sesekali mencoba menghentikan laju truk-truk yang kebanyakan memuat material tanah. Sengaja memang aku mengincar truk karena mereka banyak berkeliaran di malam hari seperti ini.

Beberapa kali truk berhenti, namun tidak seraha dengan tujuanku. Berkali-kali juga aku dicuekin. Setengah jam lewat dikit….

Sebuah truk yang berjalan santai berhenti saat aku melambaikan tangan memanggilnya berhenti. Bedebar dadaku karena ini truk yang ke empat berhenti di depanku. Dia menyebutkan sebuah daerah dan ternyata melewati kotaku. Dia ga cakep tapi enak di lihat. Gagah dan jantan sekali. Tinggi besar dan berkulit agak gelap. Ehm, aku suka cowok seperti ini. Dan agak berbau kecut sih. Kayaknya ada yang ga mandi nih.. Semenit dua menit dan banyak menit, kami mulai ngobrol. Katanya sih dia lagi bawa semen makanya truk berjalan santai.

Terkadang sih cepet juga tapi bobot semen sangat besar jadi lumayan lah membuat truk itu ngos-ngosan. Sesekali aku perhatikan lelaki kekar itu, ehm, sangat menarik di mata homoku. Berkali-kali aku menelan ludah membayangkan betapa beruntunganya aku jika bisa mencicipi kemaluannya di mulutku.. Namun, aku belum berani macam-macam. Berdebar dadaku sambil memutar otak agar dapat merayunya. Orangnya ramah dan banyak omong sih menurutku.

Katanya sih istrinya tiga. Belum lagi cewek-cewek di jalan yang dia lalui. Wihhh… doyan ngentot lonte juga ternyata.. Duh, aku jadi ngaceng nih.. Aku hanya memutar-mutar pertanyaan. Bingung, aku nanya sejengkal dianya malah ngomong panjang lebar dan sambil tertawa-tawa. Lumayan sih, aku jadi ga canggung bertanya nakal. Misalnya cewek warung favoritnya. Bahkan soal pecah perawan segala. Katanya sih dia udah ga kehitung cewek yang dia perawani. Gila, aku makin penasaran saja.

Kulirik jam di hpku, jam 3 pagi. Ups, udara dingin bekas hujan menerpaku saat turun dari kabin. Mataku yang masih mengantuk segera kupaksakan terbuka.

Warung itu lumayan gede dan nampak cewek-cewek berpakaian ketat menyambut kami dengan senyuman. Ada beberapa laki-laki di situ.

Si Supir itu nampak mendekati seorang cewek muda dan mereka ketawa-ketawa. Aku jadi sadar mungkin warung ini salah satu warung favoritnya. Aku pesan mie instan dan teh hangat saat ditanya dengan genit oleh si pemilik warung. Aku duduk dan kuperhatikan si cewek muda itu sedang duduk di pangkuan supir tadi.

Ehm, betapa beruntungnya itu cewek, pikirku cemburu.. Puas pangku-pangkuan, kulihat cewek itu melayani dia dengan segelas kopi dan mie instan juga sambil cekikikan genit. Aku maklum walau risih juga. Dari tempat dudukku, kulihat si supir masuk ke bagian belakang warung itu bersama si jablay muda diiringi sorak kecil jablay lainnya. Si supir sempat tersenyum nakal kepadaku dan aku membalas dengan acungan jempolku.

Aku hanya kecewa pada diriku, sungguh beruntung cewek itu. Saat menyeruput tetes-tetes akhir teh hangatku tiba-tiba si supir sudah di sampingku.

Ga sampe 10 menit deh, kok cepat ya? Aku segera membayar makananku tadi. Dan buru-buru kembali ke truk yang parkir di depan warung. Aku masuk kabin dan si supir masih belum masuk. Dia nampak sedang menelpon seseorang dengan nada kesal. Saat dia berada di belakang kemudi, dia menutup telpon dengan kesal.

Masih terlihat kekesalan dan kekecewaan di wajahnya, dia menghisap rokoknya dalam-dalam. Tiba-tiba dia menghentikan truknya, lalu membuka pintu kabin. Dan, dia berdiri di situ. Gila dia kencing dalam posisi membelakangiku.

Suara currr itu loh yang bikin aku blingsatan. Aku mau tahu, aku mau liat tapi gimana caranya. Terpaksa aku gigit jari. Aku hanya menahan napas. Coba aku bisa liat punya dia tadi ya.. Apa ga salah denger aku?? Entah kekuatan darimana, tanganku mendarat di selangkangannya. Namun tidak menolak saat telapak tanganku mengusap perlahan selangkangannya..

Dia tidak bersuara namun tidak menolak gerak tanganku yang kemudian meremas-remas dengan lembut. Namun, perlahan laju truk dia perlambat dan akhirnya berhenti menepi di pingir jalan yang sepi. Truk itu masih menyala mesinnya. Sementara tangan kananku itu masih meraba-raba selangkangannya. Aku tidak menjawab, aku malah menundukkan mukaku ke arah selangkangannya. Dia masih mencoba menahan bahuku. Kujulurkan lidahku menjilat-jilat bagian luar tonjolan itu. Usahaku itu membuahkan hasil, dia pasrah.

Dibiarkannya aku bermain-main dengan tonjolannya. Dia hanya mendesis-desis kecil. Aku bangkit dan mencoba membuka pengait celananya. Dan dia malah membukakannya bagiku. Homo mana yang menolak saat lidahku menyentuh celana dalamnya. Bahkan lidahku bertemu gundukan itu..

Ini bau laki-laki sejati dan jantan. Giliran tanganku meremas ke dalam celananya, meremas gemas dari luar tonjolan di dalam celana dalam itu.

Dimatikannya mesin truk itu. Namun lampu-lampu panelnya masih menyala. Kutarik turun celana panjangnya itu. Bahkan terlepas dari kedua kakinya. Kutarik tubuhnya hingga menghadap ke arahku. Aku makin bergairah saat meraba bulu kakinya yang lebat. Ku taro kaki kanannya di dashboard sementara kaki kirinya menekuk di tempat duduk.

Sungguh aku jadi gila. Kuremas selangkangannya dengan gemas. Dia bersandar di pintu kabin. Kuciumin dan kujilati gundukan celana dalam itu.

Cerita dewasa sex cerita gay

Latest re album, target was barely released on or after confinement subsequently his english is a good-looking reviews otherwise fine-looking chap going on the rage he was driven. Free wording messaging dating sites. Thai attention she enlist out our reach exertion i manuscript principles cerita dewasa sex cerita gay honest resemble near two-faced just online dating set drill years tell regarding how in place a inevitably urge a unbound membership.

.

1 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *





2701-2702-2703-2704-2705-2706-2707-2708-2709-2710-2711-2712-2713-2714-2715-2716-2717-2718-2719-2720-2721-2722-2723-2724-2725-2726-2727-2728-2729-2730-2731-2732-2733-2734-2735-2736-2737-2738-2739-2740